Menkop Ferry Gandeng IKA IKOPIN: Misi Besar Sukseskan 80.000 Kopdes Merah Putih
Koperasi bukan sekadar sisa masa lalu, melainkan raksasa tidur yang sedang dibangunkan kembali.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara resmi menggandeng Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IKOPIN untuk menyukseskan salah satu program strategi nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Dalam pelantikan pengurus DPP IKA IKOPIN 2025-2029 di Jakarta, Senin (19/1), Menkop Ferry menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah kunci untuk mengembalikan ekonomi Indonesia ke "jalur konstitusi" sesuai Pasal 33 UUD 1945.
Apa sebenarnya target Kopdes Merah Putih dan mengapa peran alumni IKOPIN begitu vital? Berikut ulasan lengkapnya.
Tantangan Membangun 80.000 Koperasi Desa
Mendirikan dan mengoperasionalkan lebih dari 80.000 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia bukan tugas ringan. Menkop Ferry menyebut ini sebagai tantangan ideologis dan teknis.
"Banyak orang kaget koperasi 'dibangunkan' kembali oleh Presiden. Ini tugas berat karena selama puluhan tahun koperasi terpinggirkan, sehingga sistem ekonomi kita sempat melenceng dari UUD 1945," ujar Ferry.
Target utamanya jelas: Jika Kopdes berhasil mencetak profit dan menyejahterakan anggota, maka perputaran uang akan terjadi langsung di desa. Hal ini secara otomatis akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi desa yang berujung pada kenaikan ekonomi nasional.
3 Fungsi Strategis Kopdes Merah Putih
Agar tidak sekadar papan nama, Kopdes Merah Putih dirancang dengan tiga fungsi vital bagi masyarakat desa:
Penyalur Kebutuhan Pokok: Menjadi distributor barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau bagi warga desa.
Off-Taker (Penampung Hasil Tani): Membeli dan menampung hasil produksi masyarakat desa, sehingga petani memiliki kepastian pasar.
Jalur Distribusi Subsidi: Menjadi instrumen paling bawah untuk memastikan bantuan subsidi pemerintah pusat tepat sasaran ke masyarakat desa.
Peran IKA IKOPIN: Darah Baru bagi Koperasi
Kementerian Koperasi tidak bisa bekerja sendirian. Menkop Ferry menilai IKA IKOPIN memiliki peran strategis sebagai "pusat gagasan" dan penyedia Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten.
"Kemenkop butuh peran alumni untuk mempersiapkan pengawas, pengurus, dan pengelola yang handal. IKA IKOPIN adalah darah baru dan tenaga baru yang kami butuhkan," tegas Menkop.
Sebagai kaum intelektual di bidang perkoperasian, alumni IKOPIN diharapkan terjun langsung menjadi pendamping Kopdes. Kehadiran tenaga profesional ini penting untuk menjamin kualitas pengelolaan (manajemen) koperasi agar tetap transparan, akuntabel, dan menguntungkan.
Harapan Baru Ekonomi Kerakyatan
Keberhasilan program Kopdes Merah Putih akan menjadi pembuktian besar. Koperasi tidak hanya relevan sebagai teori konstitusi, tetapi benar-benar mampu menjadi instrumen nyata pemerataan kesejahteraan rakyat.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan tenaga ahli dari IKA IKOPIN, harapan untuk melihat desa-desa di Indonesia berdaya secara ekonomi kini semakin nyata.